Let’s Cook! Resep Okonomiyaki

Halo semuanya!

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, saya suka mencoba berbagai macam jenis resep masakan. Resep masakan yang pernah saya coba cukup beragam, mulai dari masakan Indonesia (trio masakan Jawa-Menado-Padang), barat, Jepang, Korea, dan Thailand. Kalau lagi bosan dengan masakan Indonesia, saya googling resep-resep masakan luar yang biasa atau pernah saya coba di berbagai restoran di dalam dan luar negeri.

Tantangan dari memasak masakan asing adalah bumbu atau bahan yang kadang sulit kita temukan di pasar/supermarket terdekat. Strategi saya biasanya adalah mengganti bahan atau bumbu yang tidak ada atau sulit ditemukan ini dengan bahan yang paling mirip atau sejenis. Kalau tidak ada juga baru saya menyerah dan memilih untuk tidak menggunakan bahan tersebut. :p Hal ini tentu mengurangi nilai keaslian masakan, terutama dari sisi rasa. Tapi yah, ini tidak seharusnya menjadi penghalang kita untuk belajar dan mencoba sesuatu yang baru, bukan? ­čÖé

Salah satu masakan┬áfavorit saya adalah masakan Jepang, jadi saya senang mencoba resep masakan Jepang. Salah satunya adalah okonomiyaki. Okonomiyaki bisa disebut ‘pancake Jepang’. Asal katanya adalah ‘okonomi’ yang artinya ‘apa yang kamu suka’ dan ‘yaki’ yang artinya ‘panggang’. Jadi intinya ‘memanggang apa pun yang kamu suka’. lol. XD Biasanya okonomiyaki dibuat dari tepung, telur, kol, irisan bacon, dan bagian atasnya dioleskan saus yang terdiri dari mayonnaise, rumput laut kering, saus khusus okonomiyaki,┬ákatsuobushi (remahan daging ikan cakalang kering), dan irisan daun bawang.

Berikut ‘penampakan’ okonomiyaki pada umumnya:

193px-okonomiyaki_1

Photo by: Hajime NAKANO https://en.wikipedia.org/wiki/Okonomiyaki

Karena sulit menemukan saus okonomoyaki yang autentik, saya menggantinya dengan saus barbecue botolan yang mudah ditemukan di supermarket. Untuk katsuobushi bisa kita beli di toko online yang menjual bahan masakan Jepang, atau kalau tidak mau ribet bisa kita skip saja. ­čÖé Lalu, karena saya tidak makan bacon atau daging hewan berkaki empat lainnya, saya ganti dagingnya dengan suwiran daging ayam yang sudah direbus dan atau daging cumi, udang atau scallop. Kalau Anda vegetarian, silakan skip isian dagingnya. Untuk sayurannya sebenarnya terserah kita, tapi yang biasanya ‘wajib’ digunakan┬áadalah irisan kol.

Oke, langsung saja kita coba resep okonomiyaki yang sudah saya modifikasi ini, ya. ­čśÇ

Resep okonomiyaki untuk 2 porsi

Bahan dasar:

Telur 3 butir, kocok

Tepung terigu 3 sdm

Tepung maizena 1 sdm

Garam 1/4 sdt

Merica 1/4 sdt

Minyak zaitun 2 sdm

Isi:

Kol besar 1/4 buah

Wortel 1 buah

Ayam rebus yang sudah disuwir secukupnya/cumi matang/udang masak

Saus dan taburan:

Saus barbecue botolan 3sdm (saya pakai merek Del Monte)

Mayonnaise 3 sdm (Saya pakai merek Euro Gourmet, beli di Carrefour)

Rumput laut kering panggang secukupnya (dried seaweed, saya pakai merek Mamasuka)

Daun bawang 1/2 batang

katsuobushi (beli di toko online) – silakan di-skip kalau malas repot ­čÖé

Cara membuat:

Iris kol dan serut wortel, letakkan di mangkuk besar.

Masukkan tepung terigu dan tepung maizena.

Masukkan telur yang sudah dikocok.

Masukkan suwiran ayam/cumi/udang yang sudah terlebih dulu dikukus atau direbus.

Aduk semuanya, tambahkan garam dan merica.

Panaskan minyak zaitun (olive oil) di teflon dengan api kecil dan masukkan adonan ke dalamnya.

Pastikan api kecil. Tutup teflon. Setel alarm selama 5 menit.

Setelah 5 menit, balik adonan, tutup teflon dan masak lagi selama 3 menit.

Angkat okonomiyaki yang sudah masak. Tuangkan dan oles permukaan okonomiyaki dengan mayonnaise dan saus barbecue.

Taburi okonomiyaki dengan rumput laut kering, daun bawang, dan katsuobushi.

Jjaang, jadi deh! ­čÖé

okonomiyaki-h-2

Untuk memastikan okonomiyaki utuh saat dibalik, gunakan teflon yang tidak terlalu besar. Jika teflon besar, bagi adonan jadi dua lalu masak satu persatu. Yumyum! ­čÖé

Yang paling saya sukai dari okonomiyaki adalah tingkat kemudahan membuatnya dan kandungan nutrisinya yang cukup lengkap. Kita bisa mendapatkan protein, karbohidrat, vitamin dan mineral dari satu hidangan saja! Minyak yang digunakan pun sangat sedikit dan saya sarankan memakai olive oil karena hasilnya lebih enak dan tentunya lebih sehat. Kalau punya waktu lebih, kita juga bisa membuat saus barbecue dan mayonnaisenya sendiri. Lain kali saya akan tulis resep membuat saus barbecue dan mayonnaise.

Jadi tunggu apa lagi? Selamat mencoba! ­čÖé

 

Cheers,

Haura Emilia

 

 

Catatan: Mohon untuk tidak menyalin (copy paste) dan memublikasikan resep dan foto di atas tanpa seizin saya. Saya tidak bisa mengajarkan Anda untuk jadi manusia yang terhormat dan menghargai karya orang lain. Cuma diri Anda sendiri yang bisa melakukannya. Terima kasih sudah mampir. ­čÖé

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Eat Your Veggies: Resep Salad Sehat dan Cepat :)

Halo semuanya!

Sebagai orang yang sangat suka makan, saya berusaha memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh saya. Untungnya, saya sangat suka makan sayur dan buah. ­čÖé

Kebanyakan orang Indonesia suka makan sayur yang dimasak, walau ada juga suka sayuran mentah seperti lalapan dan karedok. Tidak terhitung resep aneka sayuran yang bisa kita buat jadi hidangan yang lezat. Meskipun begitu, saya sering kangen makan sayuran segar yang mentah. Yang tidak dibumbui macam-macam atau disiram saus kacang yang sebenarnya super yummie tapi (sayangnya) tinggi lemak dan protein. ­čśÇ

Jadi apa dong solusinya? Yup, salad!

salad-2

Karena saya suka posting foto salad di instagram atau sekadar memamerkannya menunjukannya ke teman-teman dan keluarga, banyak yang meminta resep salad yang mudah dan enak kepada saya.

Kali ini saya akan tulis satu resep salad yang bisa segera dipraktikkan di rumah. Buat kamu yang ┬ásangat peduli pada kesehatan, no worries, resep salad saya ini dibuat tanpa menggunakan saus salad botolan–yang mengandung pewarna dan pengawet–dan mayonnaise yang berlemak dan tinggi kadar sodiumnya. Sayur dan buah dalam salad ini semuanya diolah dalam keadaan mentah, sehingga nutrisinya lengkap dan tidak ada yang terbuang.

Penasaran? Let’s get to it!

 

Bahan-bahan (untuk 1 atau 2 porsi):

Daun selada mentah 1/2 ikat

Tomat merah 1 buah

Timun acar 1 buah

Wortel 1/2 buah, serut

Apel 1 buah atau semangka secukupnya

Bahan dressing:

Extra virgin olive oil 2-3 sdm

Perasan jeruk lemon 2 sdm

Garam 1/4 sdt

Cara membuat:

Cuci bersih sayur dan buah

Potong-potong sayur dan buah

Masukkan olive oil, perasan lemon, dan garam

Aduk

Done! ­čÖé

 

Sedikit tips, ketika membeli olive oil, sebaiknya perhatikan labelnya. Ada banyak jenis olive oil yang beredar di pasaran. Ada yang khusus untuk menggoreng, menumis, dan ada pula yang bisa langsung dikonsumsi. Untuk dressing┬ásalad, pilih lah extra virgin olive oil karena rasanya ringan dan enak. Untuk sayuran dan buahnya sebenarnya kita bisa pilih sendiri. Yang jelas pilih buah yang manis sehingga rasa salad adalah campuran dari rasa segar, manis, asam, dan asin (nano-nano!). ­čÖé

Tips kedua, sebaiknya buat salad dalam takaran sekali makan saja. Salad segar rasanya jauh lebih enak dibanding yang sudah disimpan satu atau dua hari di dalam kulkas. Jadi, pastikan salad bisa segera dihabiskan.

Selamat mencoba! ­čÖé

Cheers,

Haura Emilia

salad-1

 

All about juice: Perbedaan cold-pressed juice dan cold-pressed juicer dengan jus buah dan juicer biasa

Halo semuanya,

Belakangan ini┬ákita┬ásering mendengar istilah┬á“cold-pressed juice” dan “cold-pressed juicer”. Istilah jus atau juice mengacu pada minuman sari buah yang cukup akrab di telinga orang Indonesia. Namun,┬ábanyak yang belum memahami apa sebenarnya jus cold-pressed, bedanya dengan jus buah atau sayur biasa, alat yang digunakan untuk membuat jus cold-pressed, dan manfaat minum jus.

Beberapa tahun terakhir ini cold-pressed juice menjadi trending topic di media sosial seperti Instagram. Banyak penjual yang menawarkan jus jenis ini dengan berbagai varian rasa buah dan sayur. Harga yang ditawarkan biasanya tidak murah, berkisar antara Rp30.000-90.000/botol (sekitar 300 ml). Mengapa bisa demikian mahal? Apa bedanya dengan jus buah atau sayur biasa?

2015-07-31

Cold-pressed juice adalah jus buah atau sayur yang dihasilkan dari proses ekstraksi sari buah atau sayur dengan menggunakan juicer khusus yang juga dikenal dengan nama cold-pressed juicer atau masticating juicer. Perbedaan utama juicer jenis ini dengan juicer biasa ada di pisau atau atau ekstraktornya. Pada juicer biasa (dikenal pula dengan sebutan centrifugal juice extractor), alat pemotongnya berupa pisau baja yang berputar cepat dan menghancurkan buah dan sayur untuk mengeluarkan sarinya. Pada cold-pressed juicer, pemotongnya bukan berupa pisau baja dan buah atau sayur dihancurkan dengan cara ditekan (di press), dengan alat seperti penggiling yang berputar, lalu diperas hingga sarinya keluar. Lantas apa bedanya? Mata pisau baja yang tajam dan berputar cepat menimbulkan panas yang diklaim dapat menghancurkan enzim pada sayur dan buah. Panas yang dihasilkan ini juga mengoksidasi nutrisi di dalam jus sehingga jus yang dihasilkan memiliki nutrisi dan kandungan gizi yang lebih sedikit dibandingkan dengan jus yang dihasilkan cold-pressed juicer.

Perbedaan lain antara juicer biasa dengan masticating juicer ada di jumlah hasil sari buah yang dihasilkan. Umumnya, cold-pressed juicer dapat menghasilkan lebih banyak sari buah, hasil jus yang lebih halus (ampas dalam jus lebih sedikit), dan ampas buah atau sayur yang lebih kering (walaupun tergantung merek juicernya juga).

Baru-baru ini saya menggunakan cold-pressed juicer merek Kuvings dan membandingkan hasilnya dengan jus yang biasa saya buat dengan juicer biasa. Ternyata memang sari buah yang dihasilkan lebih banyak. Temuan menarik lainnya adalah, dengan menggunakan juicer ini saya bisa membuat jus campuran buah dan sayur dengan lebih mudah, karena juicer yang saya pakai memiliki wadah di mana sari buah dan sayur bisa disimpan dan dicampur secara otomatis sebelum dikeluarkan dari juicer. Seperti ini tampilannya:

2015-07-31 (1)

2015-07-31 (6)

Seperti yang terlihat pada foto di atas, ketika buah dan sayur diproses, sarinya dapat disimpan dan diaduk dulu di dalam juicer sebelum dituangkan ke wadah juicer yang ada di luar.

Sekarang, mari kita lihat berapa banyak jus yang dihasilkan dengan juicer ini. Pagi ini saya membuat dua jenis jus. Jus berwarna oranye yang terdiri dari campuran jeruk, wortel, dan tomat serta jus hijau yang terdiri dari campuran seledri, brokoli, timun, dan apel.

2015-07-31 (4)

2015-07-31 (2)

2015-07-31 (5)

Sari buah yang dihasilkan dari 4 buah jeruk malang, 1 wortel ukuran sedang, dan 2 tomat adalah 400 ml (2 gelas berukuran masing-masing 200 ml). Untuk jus hijau, yang saya dapatkan dari 1 buah timun ukuran sedang, 5 kuntum kecil bunga brokoli, 3 batang seledri, dan 1 buah apel merah kecil adalah 450 ml (lebih banyak dari jus oranye). Totalnya, saya mendapatkan 2 gelas jus buah dan 2,5 gelas jus sayuran. Volume sari buah ini semuanya murni didapatkan dari hasil ekstraksi buah dan sayur tanpa tambahan air atau gula dan bahan lainnya.

Konsumsi jus buah dan sayur terbukti baik untuk kesehatan. Lalu kenapa harus dijus? Kenapa tidak dimakan langsung saja? Ada perbedaan antara mengonsumsi buah dan sayur secara langsung dan dengan yang dijus. Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Mengonsumsi buah dan sayur secara langsung memberikan efek yang lebih mengenyangkan dibandingkan dengan meminum sarinya saja. Buah dan sayur yang dimakan langsung juga memiliki lebih banyak serat yang baik bagi pencernaan. Sayangnya, karena sifatnya yang lebih mengenyangkan dibandingkan minum jus, kita cenderung hanya mengonsumsi sedikit sekali sayuran dan buah setiap harinya karena “sudah tidak ada ruang” di dalam lambung untuk mengonsumsi lebih banyak.

Sebaliknya, dengan membuat jus, kita bisa mengonsumsi lebih banyak nutrisi dari berbagai jenis buah dan sayuran yang dapat kita campur dan minum sekaligus. Bentuk jus yang cair juga┬álebih mudah dan cepat diserap oleh┬átubuh dan memberikan efek “yang lebih instan” ketika diperlukan. Kekurangannya adalah, buah dan sayur yang dijus akan menyisakan ampas yang biasanya kita buang. Ampas ini sering kali masih ‘basah’ dan kita merasa ‘sayang’ atau ‘rugi’ untuk membuangnya. Solusinya, kita dapat mencampurkan ampas buah dengan jusnya untuk dibuat pure buah atau gunakan cold-pressed juicer bermutu bagus agar ampas yang dihasilkan lebih kering karena sari buah dan sayur terekstraksi dengan maksimal.

Jus buah dan sayur akan membantu kita memenuhi kebutuhan nutrisi setiap harinya. Buah memiliki banyak vitamin, sejumlah protein, serta kandungan gula yang baik untuk kesehatan. Sayuran memiliki kandungan vitamin, mineral, dan serat yang sangat baik pula bagi tubuh. Selain itu, membuat jus juga memerlukan proses yang lebih mudah dan singkat dibandingkan dengan memasak buah dan sayur. Bagi yang tidak bisa atau mungkin malas memasak sayuran setiap hari, cold-pressed juice bisa menjadi pilihan yang baik dan lebih menyehatkan.

Nah, bagaimana? Tertarik untuk mulai mengonsumsi cold-pressed juice? ­čÖé

 

Cheers,

Haura Emilia

 

 

*Disclaimer: Saya bukanlah seorang ahli gizi atau dokter dan tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang gizi atau kesehatan. Semua yang saya tulis di blog ini bersifat pribadi berdasarkan pengalaman dan riset sederhana sehingga tulisan di blog ini tidak dapat dijadikan acuan dalam bentuk apa pun dan tidak ditujukan untuk membuat orang menjadi lebih sehat atau mengobati suatu penyakit. Selalu periksa dan ricek fakta yang Anda perlukan sendiri. Jadilah pembaca yang kritis dan cerdas.