Current Obsession: Home Decoration!

Halo Semuanya,

Buat yang belum tau, saya resmi pindah ke Solo bulan April lalu. Rumah yang saya dan suami tempati sekarang adalah rumah yang suami saya bangun beberapa tahun lalu dan sempat dibiarkan kosong waktu kami masih sama-sama tinggal di Singapura. Karena terhitung rumah baru, jadi kondisinya pun masih baik walaupun masih kosong dan baru ada sedikit furnitur waktu kami pindah.

Desain rumah kami dirancang oleh suami sendiri, di mana hanya ada sedikit sekali sekat yaitu hanya dinding kedua kamar dan dinding kamar mandi yang memisahkan kamar dengan area lain di dalam rumah. Antara ruang tamu, ruang keluarga dan dapur nyaris tidak ada batas, sehingga rumah berukuran kurang lebih 60m2 ini terlihat lebih luas dari ukuran yang sebenarnya. Rumah yang nyaris kosong ini membuat kami sangat bersemangat untuk mengisinya.

‘Perburuan’ isi rumah dimulai dari barang-barang eletronik yang kami nilai sebagai ‘kebutuhan utama’ seperti kulkas, AC, dan mesin cuci. TV tidak masuk kebutuhan utama karena kami berdua bukan penggemar berat TV dan TV sendiri baru kami beli sebulan yang lalu. Selain barang elektronik, kami juga sibuk berburu furnitur seperti sofa, meja makan, kursi tamu, tempat tidur, dan lemari. Di sini obsesi baru kami akan home decor itu dimulai.

Saya pribadi sangat suka dengan gaya desain dan dekor a la Scandinavian, yang memiliki warna dasar putih dan kemudian dihias dan diramaikan dengan sedikit warna cerah untuk pemanisnya. Saya memang penggemar warna putih dan warna-warna yang netral, jadi style ini paling cocok dengan saya. Kebetulan, suami saya juga menyukai dekorasi rumah a la Ikea dan dulu waktu tinggal di Singapura dia suka membeli barang-barang di Ikea dan membawanya ke Solo. Jadilah kami berdua sibuk browsing sana sini dan bolak-balik buka Pinterest. Kami banyak sekali mendapatkan inspirasi home decor yang cantik dari Pinterest, misalnya yang seperti ini:

Living room 2

Living room

TV Set

Masalahnya…. Ternyata mencari furnitur a la Scandinavian tidak mudah di Solo, yang sangat jauh dari Ikea (terdekat di Tangerang dan Singapura..). Susahnya lagi, Ikea Indonesia tidak punya jasa pembelian online ke seluruh Indonesia… Jadi apa solusinya? Ternyata suami saya punya teman yang bekerja di Ikea Tangerang. Jadilah kami minta tolong dia belikan barang yang kami mau dan kirimkan ke rumah adik suami saya yang ada di Tangerang. Dari Tangerang barang titipan (berupa sofa berukuran 2.30 meter dengan berat 90 kg) baru dikirimkan ke Solo. Rempong, ya?

Masalah sofa selesai. Sekarang bagaimana dengan furnitur lainnya? Akhirnya kami berkeliling Solo dengan semangat juang 45. Kami juga jadi ‘hapal’ (lebay) isi Ace Hardware dan Informa. Pilihan kami jatuh pada Piguno, furnitur jati buatan asli dalam negeri sendiri. Piguno ini adalah merek furnitur jati yang desainnya sederhana dan rata-rata berukuran kecil karena memang ditujukan untuk rumah-rumah berukuran kecil dan apartemen. Kalau mau jujur, gaya Scandinavian dan jati tidaklah matching. Tapi kami maksa, karena udah terlanjur suka dan putus asa mencari barang yang kami mau. Hehe… Maka, kursi ruang tamu, meja makan, tempat tidur, dan lemari pun akhirnya kami beli di Piguno.

Tantangan berikutnya adalah ruang kerja. Yap, ruang kerja. Ruang atau kamar kerja adalah ruang yang sangat penting bagi orang-orang seperti kami yang bekerjanya dari rumah. Jadi kami harus serius mendesainnya, agar benar-benar nyaman untuk kami gunakan. Kebetulan, si Piguno ternyata punya jasa interior design yang bisa membuatkan furnitur berdasarkan desain dan konsep yang kami inginkan. Yaah, tau gitu dari awal semua furniturnya pesan aja… Haha… Kami pun janjian dengan si mbak desainer yang ternyata umurnya lebih muda 4 tahun dari saya hiks sangatlah keren dan bisa memahami maunya kami yang kebanyakan mau ini. Dalam waktu singkat, jadilah desain ruang kerja yang kami mau. Ini desain 3Dnya:

ruangkerja 1ruang kerja 2

Dan ini hasil akhirnya:

kamar kerja

Kamar kerja 2

Bagaimana dengan ruangan yang lain? Ini dekorasi rumah kami sementara.

Kamar tidur:

Untuk kamar, saya juga memilih warna putih dan warna-warna netral. Bedsheet dan quilt cover saya pilih yang warna putih dan untuk gorden saya pilih yang jenis blackout dengan warna krem dengan nuansa hijau sangat muda (bingung shade-nya sebenarnya apa. :p). Dinding kamar sendiri juga berwarna krem dengan gradasi warna yang lebih tua dari gorden yang memberikan efek hangat, nyaman, dan membuat ngantuk. :p Ada juga beberapa dekor kecil seperti lampu meja berwarna oranye.

Bedroom

Bedroom2

Ruang nonton TV:

Ruang TV

Sofa

Ruang tamu:

Ruang tamu

Dan ini beberapa detailnya:

Rumah Solo

Ini detail meja makannya:

2015-07-31 (5)

Beginilah tampilan rumah kami sementara. Kemungkinan besar akan mengalami perubahan lagi karena saat ini saya dan suami masih terus mencari barang-barang untuk melengkapi dekorasi rumah seperti karpet, bingkai foto, vas bunga, hiasan dinding seperti lukisan, dan kami juga ada rencana untuk buat taman belakang, laundry room, dan membuat dinding bata putih a la Scandinavian untuk ruang TV. Dinding bata yang saya maksud adalah yang seperti ini:

white brick wall

Yap, begitulah kegiatan kami yang kurang kerjaan ini sekarang. Salah satu topik debat favorit kami adalah motif dan warna sarung bantal sofa, warna dan motif bedsheet dan gorden, bentuk dan desain bingkai foto, dan warna cat dinding. Saya sempat berpikir jangan-jangan saya seharusnya dulu kuliah interior design untuk meyalurkan bakat dan minat. Tapi suami saya bilang kenapa saya tidak mulai belajar saja. Siapa tau ada yang mau jadi korban klien saya suatu hari nanti. Well, let’s see. Doakan semoga saya tetap sehat jadi bisa terus belajar, bekerja, mendekor, dan mengisi rumah. 😉

Cheers,

Haura Emilia

Iklan

6 respons untuk ‘Current Obsession: Home Decoration!

  1. Bagus Rara.. Aku suka. Kamar tidurnya mirip sama aku desainnya, lebih simple. Kalau Ubernest, desainnya dua sisi banget, kayak aku (maklum Gemini), ruang keluarga dibikin warna warni, ruang tidur dibikin warna netral. Hehe. Nah skrg aku kerja di rumah nih, jadi kepikiran ngerombak sedikit ruang keluarga jadi ruang kerja. Pucing incess. Hahaha. Btw, Piguno hanya ada di Solo atau bs di Jakarta jg kah Ra? Harganya oke dan masuk akal kah?

    Suka

    1. Wah, Ule udh gak di KL, ya? Piguno itu setau aku showroom dan pabriknya di Jogja, Klaten, dan Solo. Tapi dia ekspor juga kok sampe ke mana-mana. Coba aja telpon, Le. Ini websitenya: http://www.pigunofurniture.com/. Soal harga okeeee. Misalnya range harga kursi tamu antara 4-6 juta, meja dan kursi makan 2.5-6juta. Tergantung model dan ukuran. Kalau furnitur yang udah jadi default bahannya jati atau rotan sintetis, tapi kalau mau pesen, bahannya bisa request. 🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s